PERUBAHAN HIDUPKU - PART 3
Hari baru permulaan baru.
Foto hanya pemanis
Hari ini adalah permulaan baru dari hidupku yang berawal polos namun sekarang sudah tidak lagi, semua itu berkat guruku.
Seperti biasa hari ini aku mengawali aktivitasku seperti biasa dan aku di suruh datang ke kantor Pak Sumanto pada jam istirahat, sial dalam batinku. Kuhapus semua pikiran buruk dari benakku agar hari ini dapat berjalan baik.
Sampailah gadis itu di depan sekolahnya di sambut baik oleh Pak satpam
Kringg suara bel pun berbunyi jam pelajaran akan segera dimulai
Dalam benak Silvi ia masih memikirkan bagaimana ia nanti akan diperlakukan aneh aneh oleh Pak Sumanto, dengan memikirkan itu ia juga teringat saat pertama kali di perkosa dan dirinya pertama kali merasakan kenikmatan saat penis masuk ke dalam memeknya. Dengan berpikir seperti itu membuat Silvi menjadi basah, ia menampar dirinya sendiri. Plak di perkosa kok suka, sambil menyadarkan kembali dirinya.
Singkatnya jam istirahatpun tiba
Aku keluar bersama teman temanku yang hendak istirahat, namun aku diam diam memisahkan diri dari mereka karena aku menuju ruangan Pak Sumanto sesuai dengan apa yang ia suruh, walaupun aku tahu pasti ia akan macam macam kembali denganku namun anehnya aku mengikuti permintaanya untuk datang ke ruangannya pada jam istirahat
Sampailah di depan ruangan miliknya aku mengetuk pintu ruangan Pak sumanto lalu aku dipersilahkan masuk dan kulihat beliau sedang duduk diruangannya
"kunci pintunya vi"
Akupun mengunci pintu ruangan ini dari dalam namun baru saja aku mengunci pintu ,Pak Sumanto langsung menghampiriku dan langsung melumatku habis. Aku yang sontak kaget mencoba mendorong menjauh namun apadaya kekuatan gurunya lebih besar darinya.
"Ayo dilepas semua pakaian nya" ujar Pak Sumanto
Dengan perasaan malu aku mulai membuka kancing seragamku satu persatu hingga semua terlepas, begitu juga dengan rok span biru kulepas yang kini menyisakan bra dan celana dalam saja
"Saya bilang semua loh vi"
akupun dengan tangan gemetar mulai menanggalkan bra dan celana dalamku sehingga kini aku sudah benar benar telanjang, rasanya sungguh malu sekali aku ini bahkan kututupi toket dan memekku dengan tanganku
"Gausah malu sayang, kamu ini seksi loh...punya tubuh seseksi ini kamu harusnya bangga jadi ga perlu kamu tutup tutupi" ujar Pak Sumanto
Mendengar ucapan Pak Sumanto membuatku mulai melepaskan tanganku yang mulai menutupi toket dan memekku hingga akhirnya kini seluruh tubuhku terpampang jelas di depan Pak sumanto
Pak Sumanto langsung meraih tanganku dan kembali melumat bibirku sambil tangannya meremas toketku
Tak sampai di situ saja, Pak Sumanto menurunkan lumantan nya ke leherku dan turun kembali hingga toketku
Kurasakan toketku dijilati oleh Pak Sumanto bahkan kedua putingku beberapa kali kerap dihisap olehnya hingga membuatku mengerang
Setelah itu tubuhku dinaikan keatas meja kerja Pak Sumanto sementara Pak Sumanto duduk di kursi yang berada di depan meja ini
Pososku ini benar-benar sangat memalukan yang dimana saat ini aku berada di atas meja kerja Pak sumanto dan mengangkangkan kedua kakiku sehingga memekku terpampang jelas didepan Pak Sumanto
"Vi kamu seksi banget"
"Jangan diliatin terus Pak, Silvi malu"
Pak Sumanto lalu meraba bibir memekku dengan tangan nya
"Jembut kamu lebat juga yah vi saya suka apalagi memek kamu masih sempit dan pink"
Setelah itu Pak Sumanto mulai memasukka beberapa jarinya kedalam memekku sehingga membuatku melenguh dan setelah itu ia mengocok memekku
Pandanganku mulai sayu akibat Pak Sumanto merangsangku, bahkan aku mulai menikmati kocokan jari Pak Sumanto di memekku
"Wah udah becek banget memek kamu" aku merasa malu saat tubuhku menikmati hal ini
Tiba tiba aku mendesah ketika Pak Sumanto memainkan clitorisku
"Aahh Pak jangan di mainin itunya ouhhh...." ujarku
"Diapain emangnya?" ujar Pak Sumanto senyum
Pak Sumanto lalu memilin clitorisku lagi bahkan ia juga menarik dan memelintir dengan jarinya
"Digituin auhh" ujarku
"Tapi enak kan?"
"Iyahh"
Astaga apa yang kuucapkan? bisa bisanya aku secara tak sadar mengucapkan hal itu dan mungkin Pak Sumanto menyadari hal itu
"Udah ga perlu malu vi kalo kamu emang keenakan"
Setelah itu Pak Sumanto mendekatkan wajahnya ke memekku dan mulai menjilat memekku sehingga membuatku mengerang nikmat
"Ouhh mmhh pak... enak.." desaahku
"Enak kenapa vi?" ujarnya
"Oughh enak pak, memek Silvi di jilatin ahhh"
Kurasakan lidahnya menembus semakin dalam bibir memekku dan masuk ke dalam liang memekku hingga membuatku melenguh nikmat
Aku sudah tak dapat berfikir normal lagi bahkan pandanganku sudah mulai sayu dan merem melek menikmati lidah Pak Sumanto yang sedang menelusuri memekku. Clit ku di jilat terus dihisap sambil mengigit clitku hingga terkadang aku tersentak merasakan nikmat yang baru pertama kali kurasakan.
"Ouuhh mmhhh terushhh Pakk, silvi sukaa"
Aku menggigit bibir bawahku untuk meredam desahanku akan tetapi itu tak begitu berguna sebab permainan Pak Sumanto dibawah sana terlalu nikmat bahkan aku meremas rambut Pak Sumanto
"Aahhhh udah ga tahan Pak Mau pipisss" jeritku "Ccrrtttt crrttt mmmhhh ssrrrr"
Sampai sampai aku mengejang kuat saat pelepasanku, meja kerja itu sampai basah oleh air kencing yang bercampur cairan cinta milikku. Banyak cairan yang keluar dari memekku rasanya begitu nikmat, aku sudah tak ingin membohongi diriku kalau ini rasanya begitu nikmat.
Nafasku ngos ngosan namun rasa nya aku puas, walaupun aku tahu ini salah namun aku tidak ingin menjadi orang munafik karena kuakui aku sangat menikmatinya, sampai sampai Pak Sumanto tertawa saat melihat diriku sedang menikmati sisa sisa orgasme.
"Hahaha hebat juga yah kamu vi udah memeknya sempit ternyata kamu juga bisa squirt emang pantas kamu jadi lonte"
Kata kata itu membuatku malu ,direndahkan seperti ini namun di dalam diriku yang terdalam ada perasaan aneh bahwa diriku menjadi lebih terangsang oleh kata kata itu, Apakah aku sudah berubah? Akupun tidak tau
"Wah siswi muslimah kesayangan bapak mulai nakal yah"
Akupun sedikit tersenyum malu
Tiba tiba Pak Sumanto mengeluarkan kontol dari dalam celana nya dan seketika mataku teralihkan memandang kontol kerasnya
"Kerass banget Pak" ujarku
"Gara gara kamu nih vi"
"Kok gara gara Silvi sih Pak?"
"Habisnya kamu seksi banget apalagi kamu udah jadi muslimah nakal bikin saya nafsu"
"Nafsu kenapa pak?"
"Nafsu buat ngentotin kamu"
Seketika jantungku seperti tersambar petir mendengar ucapan Pak Sumanto, walaupun aku sadar kalau aku menikmati apa yang dilakukan Pak Sumanto terhadap tubuh telanjangku namun aku pikir ia tidak akan sampai seberani itu untuk melakukan ini di sekolah.
Pak Sumanto lalu berdiri dari kursinya
"Ayo vi sepong kontol saya" ujarnya
Kini aku masih tetap berada di atas meja kerja Pak Sumanto sementara Pak Sumanto sudah berdiri dihadapanku dengan kontolnya yang mengacung tegak, aku lalu perlahan menggenggam kontolnya dan mulai menyepong kontolnya
"Aahh mulut kamu enak banget vi" ujar Pak Sumanto
Aku terus menyepong kontol Pak Sumanto keluar masuk mulutku hingga saat Pak Sumanto akan orgasme kepalaku di tahan hingga mentok di tenggorokanku rasanya sulit sekali bernafas setelah itu sekian detik Pak Sumanto memuncratkan pejunya di dalam tenggorokanku
"Arghh bapa keluar vi"
"Mhhh mhh uhukk uhukkk"
Aku tersedak kehabisan nafas untung saja aku masih selamat karena kontol Pak Sumanto benar benar besar dan mentok ke dalam tenggorokanku sehingga terpaksa aku harus menelan peju miliknya.
Aku masih sedikit ngos ngosan mengatur kembali nafasku
Setelah itu kami berciuman kembali dan Pak Sumanto kembali memasukkan kontolnya ke dalam celananya.
"Nanti setelah Pulang sekolah datang lagi ke kantor saya"
"Belajar lagi Pak?"
"Iya biar nilai matematika kamu semakin bagus"
Setelah itu aku mengenakan kembali pakaian milikku dan kembali kedalam kelas
Bel masuk pun berdering kringgggg
BERSAMBUNG
Akankah silvi menikmati menjadi mainan gurunya? tunggu episode berikutnya


Bagus min
BalasHapus