KEJADIAN SIANG ITU - PART 6
Setelah kejadian pagi itu, moodku hari itu hancur karena malu akibat Pak Yanto mempermainkanku. Sepulang sekolah seperti biasa aku disuruh untuk ke ruangan Pak Sumanto, aku tak tau kenapa diriku selalu harus mengikuti apa yang Pak Sumanto inginkan padahal aku tau bahwa Pak Sumanto pasti akan melakukan hal buruk namun diriku seperti mulai terbiasa akan hal ini, apakah aku mulai menyukainya? Tidak!!! (Sambil menepuk pipi nya). Diperkosa kok enjoy gimana sih kamu Silvi (sambil menyadarkan dirinya)
FOTO
Tak menyangka dirinya sudah sampai saja di depan ruangan Pak Sumanto
Silvi mengetuk pintu yang lalu dipersilahkan masuk, ia pun masuk dengan murung menghampiri Pak Sumanto yang sedang duduk di tempat kerjanya.
"Halo can...
seketika kata kata Pak Sumanto terpotong oleh Silvi yang sedikit membentak
"Pakk! kok bapa tega sampai menyuruh Pak Yanto buat melakukan hal itu!!"
Pak Sumanto berdiri dari kursinya dan menghampiri Silvi, dengan membawa penggaris rotan. Silvi pun melangkah mundur
"Heh kamu itu udah jadi lonte saya, apapun yang saya suruh atau siapapun orang yang saya suruh harus kamu turuti" Plakkk sambil memukul penggaris itu ke meja
Gadis itu lalu kaget dan ketakutan dengan Pak Sumanto yang sedang marah
"Kamu berani melawan saya hah!!" plak pukulan ringan mengenai Silvi
"Aaahhh ampun pak, ampunn"
"Kamu mau saya pukul lagi?!!!"
"A-ampunn Pak jangannn"
Pak Sumanto lalu menurunkan alisnya
"Silvi sayang, bapak ga akan kasar sama kamu kalo kamu mau nurut sama bapa" sambil mengusap kepala Silvi
Silvi tertunduk diam, takut jika Pak Sumanto marah lagi
"Silvi apa kamu sudah melakukan apa yang saya suruh?''
Silvi mengangguk
"Ayo kamu berdiri, buka semua bajumu" Silvi pun berdiri dengan malu membuka kancing bajunya satu persatu di hadapan kepala sekolahnya sendiri. Meskipun Silvi tidak mau namun jika Silvi menolak mungkin akan mendapatkan masalah yang lebih besar
FOTO
Satu dua tiga kancing seragam Silvi pun lepas hingga memperlihatkan payudaranya yang tak tertutup apapun lagi. "Ayo lanjutkan buka rokmu" ujar Pak Sumanto
Silvi pun dengan pasrah meloloskan rok span biru miliknya hingga benar benar telanjang dan hanya menyisakan hijab putih miliknya
Pak Sumanto tampak berdecak kagum dengan pemandangan tubuh indah siswi smp yang kesehariannya berhijab dan disukai banyak cowo kini sedang telanjang bulat di depannya dan menuruti perintahnya, dalam diri Pak Sumanto ia merasa bangga tetapi Pak Sumanto menahan diri agar bisa terus mempermainkan Silvi
"Tubuh kamu sangat indah Silvi" ucap Pak Sumanto
Silvi merasa sedikit senang dengan kata kata Pak Sumanto sehingga Silvi tak begitu kaku seperti tadi
"Silvi apa kamu baru membersihkan rambut memek kamu sekarang jadi kelihatan lebih bersih"
"I..iya Pak" Silvi menjawab dengan malu
"Silvi ayo duduk sini, kamu lebih suka di genjot atau jilatin memek kamu?"
Silvi tertunduk malu tak berani menjawab pertanyaan memalukan itu
"Ayo jawab jujur saja, apa kamu mau di kasarin lagi?"
"Ti..tidak Pak, saya emmm suka kalo bapa mainin memek saya"
"Ohh jadi kamu suka ya kalo saya mainin memek kamu oke. Sekarang ayo buka kaki kamu lebar lebar"
Silvi perlahan malu malu membuka kakinya (ngangkang) memperlihatkan memeknya yang baru saja di cukur sehingga sangat bersih dan terlihat jelas bagian dalam memek itu masih sempit walau sudah dimasuki kontol.
Pak Sumanto mendekatkan wajahnya ke dekat memek Silvi
"Ahh Pak jangan dilihatin terus Silvi malu Pak"
"haha tenang aja Silvi bapa cuma kagum sama memek kamu kok masih sempit aja padahal sudah sering dimasukin kontol apa jangan jangan kamu punya bakat jadi lonte haha"
Kata kata Pak Sumanto membuat hatiku sakit merasa direndahkan bahkan lebih rendah lagi sehingga membuatku malu atas perbuatan diriku yang padahal keseharianku cukup alim rajin beribadah dll, namun aku kini terikat dengan hubungan yang kini aku muak namun aku juga menikmatinya.
Pak Sumanto mulai memasukkan jarinya dan mengobok obok memek gadis smp itu dengan dua jari dan Silvi perlahan mulai menikmati permainan Pak Sumanto di memeknya yang semakin lama semakin intens. Pak Sumanto menjilat clitoris Silvi dengan tangan kirinya yang terus mengobok ngobok memek itu hingga Silvi menjerit nikmat, Silvi ingin menahan dirinya namun pikiran dan tubuh Silvi tidak mau bekerja sama sehingga Silvi sudah terbuai oleh permainan Pak Sumanto.
"Mmmhhh aahhhhh ahhh....j..jangann dis situ pak gelii... ahhh"
Silvi sudah tak dapat berpikir jernih dan terus mengejar kenikmatan dirinya juga mengejang beberapa kali merasakan nikmat bahkan tak segan segan Silvi dengan tangan kanan menahan desahnya dan tangan kiri menjambak rambut Pak Sumanto, hingga pada akhirnya Silvi tepat hampir mencapai puncak orgasmenya
"Pppaakkkk Silvi udah ga tahannn awas pakk Silvi mau pipisss" crrrottt ssssrrrr
Silvi orgasme cukup kuat hingga mengejang, ia squirtt beberapa kali, cairan cinta nya bercampur dengan pipisnya dan Silvi tergeletak lemas menikmati sisa orgasme nya
"hahaha baru segini aja udah keluar banyak emang bener kamu berbakat jadi lonte" sambil mengambil beberapa potret dengan kamera ponselnya
Silvi pasrah dengan keadaannya yang lemas sembari menutupi bagian tubuhnya agar tidak terekspos
Pak Sumanto memberikan sedikit waktu untuk Silvi memulihkan energinya
"ayo bangun karena kamu sudah keluar sekarang giliran saya, ayo sepong kontol saya"
Silvi bangun dengan menatap Pak Sumanto dari bawah sana tercetak jelas dari balik celana Pak Sumanto kontolnya sudah berdiri. Silvi pun mulai membuka celana beserta kolor Pak Sumanto yang langsung di tantang di depan mukanya kontol panjang Pak Sumanto yang sudah berdiri tegak, Silvi pun menelan ludah ketika melihat benda di depannya ini sudah sangat keras yang langsung ia genggam perlahan naik turun.
"Aahh enak ayo masukin ke mulut kamu Silvi"
"Ta-tapi Pak ini terlalu besar mulut Silvi nanti sakit"
"Kamu mau saya paksa atau mau kamu sendiri lakukan"
Silvi pun menuruti perintah Pak Sumanto dengan perlahan ia masukkan kepala kontol itu, ia jilat jilat bagian itu dan mulai masuk hingga ke dalam mentok hingga ujung. Silvi tersedak namun Pak Sumanto tak menghiraukannya dan terus memaksa Silvi mengulum kontolnya, ketika Pak Sumanto sedang menikmati kontolnya di kulum oleh Silvi tiba tiba ruangannya di ketuk dari luar.
Seketika Pak Sumanto dan Silvi panik dengan keadaan mereka berdua
"Aduhh Pak ada orang di luar, gimana nih"
"Sudah kamu nurut saja cepat masuk ke kolong meja bapak biar tasmu bapak sembuyikan"
Silvi masuk ke dalam kolong meja kerja dengan keadaan masih telanjang sedangkan Pak Sumanto merapikan kembali ruangan dengan cepat duduk di kursi nya dengan bagian bawah masih telanjang
"Silvi ayo lanjutkan sepong kontol saya" ujar Pak Sumanto
"T..tapi pak nanti kalo ketahuan gimana" ucap Silvi cemas
"Cepat lakukan saja!"
Lalu Pak Sumanto mempersilahkan untuk masuk dan ternyata itu adalah anak anak osis yang datang, mereka berempat yaitu ketua, wakil, bendahara dan Ketua Pelaksana. Rupanya minggu depan osis akan mengadakan sebuah acara yang perlu persetujuan dan dana dari sekolah, jadi mereka datang untuk meminta acc.
Silvi baru ingat hari ini seharusnya ia ikut rapat untuk merancang kegiatan untuk acara itu namun ia terjebak disini.
Perlu kalian tau Silvi sebenarnya juga adalah anggota dari organisasi osis ia menjabat sebagai sekretaris karena ia pintar dan cekatan sehingga ia bisa menjadi sekretaris.
Seketika itu Silvi kaget tersedak saat menyepong kontol Pak Sumanto sehingga anak anak osis itu tiba tiba mendengar suara aneh. Namun mereka menghiraukannya saja karena suara itu hanya sekilas, setelah itu anak anak osis itu berbincang bincang tentang anggaran, perencanaan, dll.
Setelah perbincangan beberapa saat Pak Sumanto tidak menyetujui acara ini
"Tapi Pak acara ini sudah dirancang cukup bagus, acara ini juga di dukung oleh anak anak di sekolah" ujar Salah satu anak osis
"Ya saya tau acara ini bagus akan tetapi sekolah perlu mengeluarkan anggaran yang sangat besar untuk acara ini, jadi saya kurang setuju" ucap Pak Sumanto
Sepertinya kita ga bakal bisa menjalankan acara ini sayang sekali. bisik anak anak osis di belakang
Ketua Osis langsung saja ke intinya
"Pak apakah tidak ada cara lain? acara ini sangat penting bagi kami, karena anak anak sudah menantikan acara ini"
Pak Sumanto diam sejenak
"Hemm , siapa ketua pelaksana acara ini" ujar Pak Sumanto
Syeril pun angkat tangan "saya pak"
"Sekarang saya mau membicarakan acara ini hanya berdua saja untuk yang lainnya silahkan keluar dulu"
Anak anak osis itu keluar dari ruangan meninggalkan Syeril sebagai ketua pelaksana
"Jadi apakah kamu ingin acara ini berlangsung?"
"betul pak, acara ini sangat berpengaruh juga untuk meningkatkan kreativitas Siswa Siswi Pak"
Disisi lain :
Pak Sumanto hampir mencapai orgasmenya tetapi karena Silvi bergerak lambat lama lama Pak Sumanto mulai gusar dan mulai memaksa kepala Silvi untuk menyepong kontolnya lebih cepat hingga sepersekian detik Pak Sumanto Orgasme
Ccrrrottttt "uhhh aahhhhh" Pak Sumanto pun lega
Sedangkan Silvi merasakan sesak dibawah sana dan kepalanya di tahan oleh Pak Sumanto dan dengan terpaksa ia harus menelan semua sperma itu
"Pak? Bapa tidak apa apa?" ucap Syeril yang bingung
"Ya saya gak apa apa, begini saja kamu besok datang ke ruangan saya pada saat jam istirahat. Sekarang masih banyak yang perlu saya kerjakan" ujar Pak Sumanto
"Baik Pak" setelah itu Syeril meninggalkan ruangan
"Uhuukk uhukk" akhirnya Silvi bisa menghirup udara lagi
"Silvi ayo kamu berdiri"
Silvi ngos ngosan dan batuk mencoba untuk tenang
"Kamu pasti kaget dengan kedatangan mereka, sampai sampai bagian bawahmu itu sudah basah sekali"
Saat tau hal itu Silvi malu sekali dan ingin menghilang rasanya
"Oh ya saya baru ingat kalau tidak salah kamu juga anggota osis kan"
"i..iya Pak"
"Kalau saja tadi mereka melihat kamu dengan telanjang sedang nyepong kontol saya, pasti mereka akan kaget dan syok seperti di dalam film porno dengan judul Sekretaris osis sedang menyepong kontol gurunya, hahaha"
Silvi merasa malu sekali saat itu jika sampai ketahuan oleh anak anak osis mungkin dia akan disebut pelacur oleh anak anak lain dan dimintai jatah. Silvi tak mau hal itu sampai terjadi
"Inilah resiko kalo kamu ngebantah, dan jika kamu masih berani melawan saya itu akan lebih memalukan dari ini!!"
"Sekarang cepat tiduran di sofa, memek kamu sudah basah begitu pasti minta di masukin kontol kan"
"eng-enggak pak jangannn"
"Udah jangan ngelawan lagi" Silvi di dorong ke sofa hingga jatuh dan kakinya dibuka lebar lebar
"Wah memek gini nih yang saya suka udah sering di kontolin masih sempit aja" blesss kontol Pak Sumanto masuk ke dalam memek Silvi
Pak Sumanto terus menggenjot Silvi keluar masuk dengan cepat, karena memek Silvi sudah basah jadi tidak sulit bagi kontol Pak Sumanto untuk masuk.
"Aaahhh aahhh ampunnn pakk udahhh"
"SEKARANG RASAKANNNN NIH PEJU SAYA HHHIIIYYYYAAAAAA"
CCRRROOOOTTTTT sperma mengali ke dalam rahim Silvi
"Mmmhhh ahhhhh, Silvi bisa hamil Pakkkk"
"Hahahahaha bagus kalo kamu hamil bisa saya genjot terus kamu"
Sudah sekarang kamu bisa pergi besok jangan lupa untuk datang ke ruangan saya pada saat jam istirahat
Silvi lalu memakai kembali seragam dan pergi meninggalkan ruangan Pak Sumanto
BERSAMBUNG.......
Sorry ya buat cerita kali ini mungkin kurang bagus karena admin juga udah kehabisan ide. Spoiler selanjutnya "Apakah yang akan terjadi dengan Syeril?"

%5B1%5D.jpg)
Komentar
Posting Komentar