Langsung ke konten utama

MENGAPA HARUS AKU (PART 5)

MENGAPA HARUS AKU - PART 5

Malam itu setelah aku pulang ke rumah dan aku pergi mandi untuk membersihkan diri dari sisa sisa keringat di tubuhku ini. Selesai mandi aku mendapat sebuah notifikasi pesan masuk, rupanya pesan itu dari Pak Sumanto. Saat membuka pesan itu aku membaca isi pesan itu sontak membuatku shock saat membacanya, yang ternyata dalam pesan itu Pak Sumanto menyuruhnya untuk tidak memakai pakaian dalam ke sekolah dan jika sampai aku berani untuk tidak datang atau tidak melakukan apa yang Pak Sumanto suruh maka aku akan mendapat masalah.

"Sial" batinku

Padahal besok ada pelajaran olahraga di pagi hari namun jika aku tidak memakai dalaman apapun maka seluruh lekuk tubuhku akan terlihat.

Setelah itu Silvi memohon untuk memberikan dia keringanan namun Pak Sumanto tidak lagi menjawab pesan Silvi

Semalaman itu Silvi tak karuan menangis, marah, namun akhirnya ia lelah dan terlelap dalam tidurnya


Keesokan paginya ia bangun dan menjalani rutinitasnya seperti biasa, lalu saat ia hendak berangkat sekolah ia ingat kembali apa yang di suruh oleh Pak Sumanto yang lalu ia kembali ke kamar dan melepaskan celana dalam dan bh miliknya. Sejujurnya Silvi merasa malu saat ia hendak melepaskan pakaian dalamnya itu namun apa daya jika ia tidak mengikuti perintah gurunya itu maka ia akan berada dalam masalah.

Jantungku berdegup kencang sepanjang jalan menuju sekolah payudaraku terus berguncang apabila aku sedang buru buru, aku harus tetap terlihat santai agar toketku tidak terlalu berguncang. Dengan hati hati berjalan Silvi akhirnya sampai tepat di depan sekolah

Para murid, guru, staf mulai berdatangan disambut di depan oleh Pak Satpam di depan pintu gerbang sekolah karena sekolahku adalah negeri sehingga jika waktu sudah pukul 7.30 maka gerbang akan di tutup, hanya ada 30 menit toleran bagi yang berkendala.

Silvi mulai masuk ke dalam gerbang sekolah

"Pagi dek Silvi, makin kesini senyumannya dek Silvi makin cantik aja"

"Ah bapa bisa aja nih"


Satpam sekolah itu bernama Pak Firman ia sudah bertugas di sekolah ini selama 7 tahun. Berperawakan tinggi, perut sedikit buncit serta baik dan ramah, guru guru di sekolah juga sudah mengenal Pak Firman dan menghormatinya.


Kemudian kami sedikit basa basi di pagi ini namun untuk pertama kalinya aku merasa malu tidak memakai dalaman apapun, untung saja Pak Firman tidak mengetahui bahwa aku saat ini tidak memakai dalaman, jika sampai tahu mungkin aku akan sangat merasa malu


Meski kelihatannya ini adalah hal yang baru pertama aku lakukan namun aku mencoba agar tidak membuat gerak gerik aneh apalagi jika berbicara dengan seseorang itu membuatku menjadi tertantang dengan keadaanku saat ini yang tidak memakai dalaman apapun bahkan dari bagian rok span milkku yang begitu ketat tidak ada lekukan celana dalam sama sekali, seakan ingin di tepuk dan dibelai. Aku harap para guru dan cowo tidak menyadari hal itu.


Silvi pun masuk ke dalam kelas

Jam pertama adalah pelajaran olahraga, pelajaran yang paling aku benci karna baju olahragaku terlalu ngepas dengan tubuhku ,karna aku salah membeli ukuran baju. Dan hal yang aku takutkan pada pelajaran olahraga ialah aku harus mengganti pakaianku dengan baju olahraga yang dimana aku tidak memakai dalaman sama sekali sesuai perintah Pak Sumanto. Ini membuat seluruh lekuk tubuhku dapat di lihat oleh anak anak lain.


Saat ini guru olahraga itu masuk, selamat pagi anak anak


Guru olahraga itu bernama Pak Yanto, bertubuh tinggi cukup berotot dan lumayan tampan karena tergolong masih muda baru saja lulus S1 jadi ia masih single banyak anak anak cewe tertarik.


"Oke anak anak sekarang saatnya pelajaran olahraga, untuk praktik hari ini ialah kayang dan split. Kalian sekarang ganti baju bapa kasih waktu 20 menit, bapa tunggu di lapang"

"Sil ayo kita ganti baju" ujar salah satu teman nya

"Eh kamu duluan aja la, aku nanti nyusul" 

"Oke deh"

"Enggak mungkin kan jika aku ikut dengan mereka mungkin saja teman temanku akan berpikir hal aneh sebaiknya aku berganti baju di toilet bawah saja" batinku


Setelah itu Silvi pergi untuk ke lantai satu untuk ganti baju, toilet itu terletak cukup jauh dari kelas dan jarang siswa memakai kamar mandi ini. Selain itu kamar mandi ini menjorok ke dalam jadinya setelah membuka kamar mandi tidak langsung terlihat keluar.


Kondisi kamar mandi ini cukup sepi karena berada di ujung yang lebih dekat ke ruang guru, jadilah kamar mandi ini jarang di gunakan oleh siswa. Lalu Silvi memasuki salah satu bilik toilet itu untuk berganti baju

Begitu beres mengganti pakaian Silvi keluar dari bilik toilet

 

FOTO HANYA ILUSTRASI


Baju nya kok ketat banget sih sampe-sampe toketku hampir menjiplak dari luar pakaianku apalagi jika putingku sedang menonjol mungkin itu akan tercetak jelas sekali di luar, bahwa aku gak memakai bh, sebaiknya aku tutupi hijab saja.


Silvi keluar dengan perasaan was-was, di lapangan Pak Yanto sedang membawa matras dan duduk menunggu para murid datang. Tak sengaja Pak Yanto melihat kearah Silvi dan memanggilnya, akhirnya Silvi menghampiri Pak Yanto di lapangan dengan masih membawa tote bag berisi seragamnya.

"Duh kok Pak Yanto manggil aku ya, apa aku ada masalah" menggerutu


Aku mesti hati hati nih saat berjalan agar guncangan toketku tidak terlalu brutal, sambil menggendong tote bag itu di depan menutupi bagian payudaranya


"Ada apa Pak panggil Silvi" tanyaku


"Kamu sudah ganti baju, yang lain kemana?" ucap Pak Yanto


"Iya sudah pak, yang lain masih bergantian ganti baju di toilet atas"


"Silvi bisa ikut saya sebentar"


Setelah itu aku mengikuti Pak Yanto dari belakang, sebenarnya Pak Yanto mau kemana ini sudah cukup jauh dari lapangan dan sepi sekali disini

"Silvi bapa dapat kiriman foto dari Pak Sumanto"

sambil menunjukkan gambar dari hp Pak Yanto





FOTO HANYA ILUSTRASI




I...iini kann....

"Bapa dapat dari manaa"

"Bapa dapat kiriman dari Pak Sumanto untuk memeriksa kamu apakah kamu benar hari ini tidak memakai dalaman apapun Silvi?"

Silvi terkejut sekaligus malu atas pertanyaan yang di lontarkan oleh Pak Yanto


"Silvi jawab bapa, bapa di suruh Pak Sumanto untuk sedikit buat mu malu"


"Pliss jangan mau pakkk"


"Jadi apa benar kamu gak pakai dalaman ?"


Dengan malu malu Sivi menjawab "Emm iiya pak"


"Coba kasih liat dong, ini perintah dari Pak Sumanto"

Aku pun menaikkan baju olahraga ku keatas sehingga memperlihatkan dua buah payudara yang menggantung indah dengan puting berwarna pink tanpa tertutup pelindung

"Ternyata betul itu foto payudara kamu Silvi, putingnya juga berwarna pink gak pernah bapa liat puting kayak gini secara langsung" mendengar kata kata Pak Yanto aku sedikit merasa senang dengan pujian Pak Yanto tapi disisi lain aku merasa malu dengan kata katanya

"Bagian bawahnya juga harus saya periksa silvi"

Akupun menatap benci Pak Yanto, ternyata dia menikmati kegiatan menyuruh aku untuk memperlihatkan area pribadiku. Akupun mulai menurunkan celana training olahraga kebawah sampai kepahaku

"Indah sekali memek kamu Silvi, putih, bulu bulu tipis dan yang bikin bapak kagum itu memek tembem kamu ada garis pinknya apalagi masih sempit gitu" ucap Pak Yanto sambil tersenyum mesum

Secepat mungkin aku naikin celana trainingku dan pergi ke rombongan teman temanku

"Ayo anak anak kumpul dulu disini, untuk pelajaran hari ini kita kayang dan gerakan split sebelum itu ayo pemanasan dulu"

"Oke kita sudah selesai pemanasan, ada yang sudah tau gimana cara melakukan  gerakan kayang dan split?"

"Belum Pakk" ucap kompak seluruh murid yang ada di lapangan

"Yasudah Silvi maju kedepan bapak mau ajarin kamu sikap kayang biar teman teman kamu paham juga"

Akupun dengan berat hati berjalan ke depan 

"Kamu tiduran di matras dulu vi"

Aku membaringkan tubuhku menghadap keatas di atas matras, aku melihat putingku mulai mencuat dan mengeras sehingga sedikit menonjol dari balik baju olahragaku. Apa aku terangsang karena banyak pasang mata yang tertuju padaku terutama mata anak cowo dari kelasku.

Pak Yanto kemudian membimbing kedua tanganku kebelakang menapak matras, kemudian memegang kakiku untuk ke belakang agar menapak ke matras juga

"Nah sekarang coba Silvi dorong kaki dan tanganmu secara bersamaan ke atas"

Aku pun mencoba mendorong keatas sebisa mungkin 

"Wowwww" semua anak laki-laki bersorak kegirangan

Lalu beberapa anak cewe dan cowo saling beradu mulut melihat kejadian tadi (yang disalahkan cowo)

"Anak anak jangan ribut, ayo perhatikan lagi kesini"

Mereka dapat dengan mudah melihat adanya tonjolan putingku dari luar baju olahraga, aku pun merasa malu dan hendak menurunkan tubuhku

Ketika hendak mau menurunkan tubuhku, Pak Yanto dengan sigap menahan tubuhku dengan tangannya

"Jangan turun dulu Silvi ini masih salah gerakannya" ucap Pak Yanto sambil mendorong tubuhku lebih keatas lagi

"Nah seperti ini yah anak anak gerakan yang benar" sambil tangannya menahan tubuhku agar tidak turun ke bawah

"Badan kalian harus membentuk huruf n seperti ini" samping tangan Pak Yanto mengelus tubuhku dari payudaraku hingga vaginaku. Dibagian vagina Pak Yanto sengaja menekan vagina aku dengan jarinya sehingga celana olahragaku masuk ke dalam vaginaku, menimbulkan kesan vaginaku sedang mengigit celanaku sendiri.

Para murid cowo makin girang melihat hal itu, pandangan mereka tidak dapat teralihkan dengan hal sebagus itu menjadi tontonan yang bagus

"Ayo sekarang anak anak kalian buat kelompok masing masing terdiri dari 2 orang dan saling bantu, karena jumlah siswanya genap maka Silvi akan bersama bapak"

Para murid lainnya mengikuti pelajaran olahraga dengan baik, kecuali Silvi yang merasa malu dengan kejadian tadi. Namun teman teman Silvi tidak menaruh rasa curiga kepada Silvi melainkan mereka mengobrol seperti biasa.

Setelah pelajaran olahraga telah selesai para murid beristirahat sekitar 30 menit untuk berganti baju

"Kalian sudah boleh istirahat ganti baju dan Silvi kamu tetap disini jangan pergi dulu"

Pak Yanto membereskan matras dan mengangkatnya ke gudang " Silvi ayo ikut bapa"

Silvi mengikuti Pak Yanto dari belakang sambil membawa peralatan olahraga


"Silvi kata Pak Sumanto, bapak bisa cicipi bibir bawahmu itu"

"Jangan Pak, Silvi malu" aku menarik tanganku dari pandangan Pak Yanto 

"Kamu ga perlu malu malu, kamu itu sudah jadi lonte nya Pak Sumanto. Kamu berani melanggar perintahnya?!!"

Aku pun tertunduk diam tak ada hal yang dapat aku lakukan karena Pak Sumanto sudah memegang rahasiaku

"Silvi sayang kamu tadi sangat cantik loh sampe kontol bapa berdiri melihat puting kamu keluar, ayo dong perlihatkan bapa lagi susu kamu" 

Akupun dengan tangan gemetar mengangkat bajuku hingga atas dan tersembullah kedua payudaraku dengan puting yang sudah sedikit mengeras, Pak Yanto lalu mulai mendekat kearahku dan meremas remas kedua gunung kembarku. Inilah kedua kalinya ada seseorang kecuali Pak Sumanto yang menyentuhku.

Pak Yanto kegirangan meremas remas payudara mungilku itu dan mendaki menuju puncak bukitnya, Pak Yanto mencubit putingku dengan keras sehingga aku tak dapat menahan desahanku.
"Aahhhh pakkk"
Tak habis habisnya Pak Yanto memilin/meremas puting susuku hingga aku mendesah hingga bergema di ruangan ini namun sedikit kutahan agar tidak timbul kecurigaan. Setelah itu aku di tidurkan di atas matras dengan keadaan setengah telanjang yang lalu Pak Yanto menarik lepas celana olahragaku dan membuangnya di lantai, Pak Yanto juga mulai melepaskan pakaiannya satu persatu hingga telanjang dengan kontolnya yang berukuran sedang sudah berdiri tegak minta di masukkan. 

Aku yang sudah dalam keadaan terangsang akibat permainan Pak Yanto sebelumnya saat ia memainkan payudaraku sehingga kini aku sudah cukup basah. 

Dengan keadaan Silvi yang sudah terangsang, Silvi sudah dalam keadaan nyaris telanjang karena hanya terbalut hijab dan baju olahraga di leher nya dengan bagian bawah yang sudah basah vaginanya membuat dirinya seperti hidangan yang sudah siap untuk dimakan, tanpa menunggu lama Pak Yanto lalu mengarahkan kontolnya menghujam vagina Silvi.
"AAahhhh pelan pelan pakkk" 


"Tenang aja sayang bapak pasti akan buat kamu terpuaskan berkali kali"

Rintihan demi rintihan suara nikmat mengerubungi ruangan itu, untungnya ruangan itu berada jauh dari lokasi tempat berkumpul orang/jarang di lewati orang orang sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.

Pak Yanto semakin cepat tempo nya keluar masuk vagina Silvi sehingga Silvi hampir sampai pada puncak orgasmenya. 
"Aahhh pakkk Silvi mau keluarrrrrrr"
"Bapak juga mau keluar bentar lagi vi, keluarin di dalam aja yah"
"Jangannnnn Pakkk nanti Silvi bisa hamillll!!!!"

Crottttt crottttt sperma Pak Yanto masuk ke dalam rahim Silvi


"Ahh enak banget emang memek kamu Silvi, makasih ya"

"Bapak jahatttt, Silvi udah bilang jangan keluar di dalemmm"

"Ya maaf, lagian memek kamu sempit banget sih jadi ga sempet narik udah keluar di dalem aja"

Setelah itu Pak Yanto dan Silvi mengenakan kembali baju masing masing dan Silvi keluar dari gudang terlebih dahulu


Aduh main sama Pak Yanto tadi lama banget lagi tinggal sisa 10 menit lagi, aku pergi ganti baju dulu sebaiknya. Baju ini terlalu mengundang banyak perhatian jika aku langsung pergi ke kantin -batinku

Jam jam berikutnya pelajaran di mulai

Haduh tadi Pak Yanto keluar di dalemnya banyak lagi, udah aku bersihin tadi tapi masih ada yang tersisa di dalem deh. batinku



BERSAMBUNG....


Tunggu next nya masih lama ya....

admin ga ada ide





Komentar

  1. Balasan
    1. Santai dulu nanti pasti ada

      Hapus
    2. Kalau bisa pas ekse dibikin lama. Dibikin beberapa gaya atau beberapa ronde

      Hapus
  2. Progessnya berapa minggu sekali min?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2 - 3 Minggu, sekali up bisa satu atau dua episode

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

CERITA SEX SISWI SMP

Cerita ini menceritakan kehidupan seorang gadis cantik berlatar belakang keluarga sederhana, gadis itu bernama Silvi cantik rupawan dan banyak cowok yang menyukai dirinya, namun belum ada seorang pun yang mengetuk hati nya. Silvi juga cukup berprestasi saat di sekolah dasar ia pernah mengikuti lomba lomba seperti tari melukis dll. Sehingga ia melanjutkan prestasinya kembali di bangku SMP dengan mengikuti lomba dan mendapatkan beasiswa. Namun masa depanya terhalang yang berakhir menjadi budak sex untuk gurunya. HALAMAN CERITA 1. AWAL MULA PECAH PERAWAN  (PART 1) 2. PENAKLUKAN GADIS SMP  (PART 2) 3. PERUBAHAN HIDUPKU (PART 3) 4. BELAJAR MALAM (PART 4)  5. MENGAPA HARUS AKU (PART 5)   6. KEJADIAN SIANG ITU (PART 6)  7. KENIKMATAN GADIS PERAWAN (PART 7) NEW Harap tunggu ya sampai tulisan menjadi biru maka sudah bisa di baca, jangan lupa komen ^_^

INFORMASI

BELUM ADA UPDATE LAGI YA GUYS, ADMIN LAGI SIBUK DI REAL LIFE DAN BELUM PUNYA IDE KELANJUTAN CERITANYA.  Update 31/05/24